this blog belong RAMADHINIARTI

signature

Jumat, 18 November 2011

Hal Hal tentang Batam

Batam, dalam sejarah pembangunannya termasuk daerah yang masih muda di bandinglan dengan kota-kota lainnya di Nusantara. Mulai menggeliat pada tahun 70-an sebagai basis logistik dan operasional Pertamina. Pada tahun 1973 keluarlah Kepres No. 41 tahun 1973, dan pembangunan Batam dipercayakan kepada lembaga pemerintah yang bernama Otorita Pengembangan Industri Pulau Batam yang sangat umum dikenal sebagai Otorita Batam saja.

Namun karena perkembangan yang cukup pesat sebagai salah satu sentra industri yang sebagian besarnya adalah PMA menjadikan Batam melesat maju mendahului kota lainnya dalam hal ekonomi antara lain karena faktor kedekatan geografisnya dengan salah satu macan ekonomi Asia yakni Singapura.

Tak heran Batam tetap mampu menarik para pendatang dari berbagai wilayah Indonesia untuk mengadu nasib mencari penghidupan di Batam. Termasuk saya yang kini telah delapan tahun lebih menetap di Pulau yang dulu pernah dianggap saingan Singapura ini.

Yah itu sekedar preview singkat tentang Batam dan saya tidak akan memperpanjangnya.

Mengikut judul di atas akan kita sebutkan beberapa fakta unik tentang Batam diantara banyak sekali keunikan Pulau yang dulu merupakan wilayah Propinsi Riau daratan ini.

1. Batam adalah Pulau kecil, anda hanya butuh kurang lebih setengah jam dengan kendaraan anda untuk melintas dari ujung pulau ke ujung yang berlawanan dengannya

2. Batam disebut Bandar Dunia Madani, Batam Digital Island, dan satu lagi saya tambahkan adalah Batam Kota Ruko saking banyaknya ruko di Batam.

3.Penduduk Batam sebagian besar adalah perempuan dengan perbandingan yang cukup besar karena sebagian besar pendatang adalah perempuan (operator produksi)

4. Batam adalah tempat “pembuangan” barang seken dari Singapura
Belum ada oleh-oleh khas Batam yang melegenda, meskipun ada yang sudah mulai mempopulerkan Brownies kukus sebagai oleh-oleh khas Batam (semisal Cake Pisang Villa, Sundae dan Laxmana)

5. Batam dan Singapura mempunyai bandara bertaraf Internasional, tapi anda hanya bisa pergi dan pulang diantara keduanya dengan kapal Ferry karena saking dekat lokasi keduanya.

6. Taksi Batam tidak memakai argometer jadi harus tawar menawar atau tahu harga “biasa” dari satu lokasi ke lokasi lainnya

7. Batam termasuk ranah melayu, tapi sulit mencari kampung asli melayu di Batam. Anda harus menuju pesisir atau pulau terdekat untuk menemukannya.

8. Arah mata angin tidak populer di Batam. Kebanyakan warga Batam akan kebingungan atau berpikir terlebih dahulu ketika anda tanya mana utara dan selatan, atau jika anda tanya rumahnya menghadap kemana.

9. Image Batam yang tetap melekat kepada Batam padahal tidak benar lagi adalah barang elektronik sangat murah di Batam, Batam surga bagi para pencari kerja. Sekarang Salah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar